
LINTASMATRA.COM – SITUBONDO. Situbondo merasa kehilangan sosok tokoh religius dan nasionalis” Habib Sholeh Al Muhdar, yang selalu menyuarakan amal ma’ruf nahi mungkar di berbagai Mejelis di Nusantara.(30/8) Habib Sholeh Al Muhdar yang bertempat tinggal di jalan cendrawasih Situbondo, sering mendapat undangan dari berbagai wilayah, beliau selaku Ketua Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I) Tidak ada satupun yang menghalangi kehendak Ilahi Rabbi Allah SWT.
Habib Sholeh Al Muhdar telah mengahiri nafas terahirnya sekitar Jam 16.45 sore, hari Jum’at, 30 Agustus 2019. Di RS Elisabet Situbondo. Manusia hanya bisa berusaha, dengan penyakit yang dialaminya Habib Sholeh sesak nafas dan jantung yang dirawat di RS Elisabet Situbondo selama 5 hari, akan tetapi kehendak Allah SWT.
Habib Shaleh telah dipanggil duluan untuk meningkalkan kita semua untuk menghadap Ilahi Robbi. Habib Sholeh meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, Semasa hidupnya, ia dikenal aktif memperjuangkan Islam Rahmatan Lil Alamiin, Islam Nusantara yang taat beragama dan memegang teguh pilar-pilar kebangsaan.
Yakni Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 45. Pada masa Pilpres 2019, Habib Sholeh rajin ikut kampanye bersama KH Maruf Amin, dan ia juga kerap bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto dan menjadi salah satu juru kampanye PDI Perjuangan.
Dalam berkampanye, Habib Sholeh selalu menyerukan bagaimana akhlak Rasulallah Muhammad SAW yang santun, tamah dan harus diteladani. Ia juga keras melawan banyaknya berita hoaks, ujaran kebencian, serta melawan kampanye hitam atas nama agama.
Bahkan Habib Sholeh sangat keras menentang Ijtima Ulama, terutama ijtima ulama yang menolak mengakui pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin. Di malam hari, sebelum pemakaman hadir dirumah duka, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto bersama rombongan, akan tetapi langsung balik karena besok harinya ada acara Partai di Jakarta.” tuturnya Habib Sholeh Al Muhdar dikebumikan di pemakaman umum di Dawuan Mimbaan Situbondo, yang dihadiri ratusan ta’siyah, Bupati Banyuwangi dan ikhwan dari Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Probolinggo, Jember,” terangnya,”*(mito)