Prajurit Kodiklatal Diajak Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat

0

LINTASMATRA.COM – SURABAYA Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, Ratusan prajurit Anggota Tetap (Antap) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Komando pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan  TNI Angkatan laut (Kodiklatal) menggelar Kauseri Agama Islam yang dipusatkan di Masjid Ibadurohman Kesatrian Bumioro Kodiklatal.

Kauseri agama Islam yang dilaksanakan sesudah apel pagi tersebut disampaikan oleh Kapten Laut (KH) Andi, S.Ag yang sehari hari bertugas sebagai Paroh Islam Subdisbintal Ditum Kodiiklatal.

Adapun tema yang disampaikan adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat. Dalam ceramahnya  Kapten Laut (KH) Andi, S.Ag menyampaikan bahwa Di antara tanda baiknya seorang muslim adalah ia meninggalkan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat.

Menurutnya seorang muslim haruslah melakukan hal yang positif dan bermanfaat serta apa yang dilakukan berharap mendapat keridhoan dari Allah S.W.T.   “Jika Islam seseorang itu baik, maka sudah barang tentu ia meninggalkan pula perkara yang haram, yang syubhat dan perkata yang makruh, begitu pula berlebihan dalam hal mubah yang sebenarnya ia tidak butuh.” Tegasnya.  

Lebih lanjut disampaikan bahwa mayoritas perkara yang tidak bermanfaat muncul dari lisan yaitu lisan yang tidak dijaga dan sibuk dengan perkataan sia-sia. Tentang keutamaan menjaga lisan ini diterangkan dalam ayat berikut yang menjelaskan adanya pengawasan malaikat terhadap perbuatan yang dilakukan oleh lisan ini. Allah Ta’ala berfirman, QS. Qaaf: 16-18.  

Yang artinya “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”.

Leave A Reply

Your email address will not be published.