By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Cari
Entertainment
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Reading: Benteng Terakhir yang Terancam: Warga Prigen Gelar Aksi Keras Tolak Alih Fungsi Hutan Tretes
Share
Font ResizerAa
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Font ResizerAa
  • Kabar Daerah
  • Kabar TNI
  • Kabar Polisi
  • Kabar Pemerintahan
  • Dewan Redaksi
  • Kontak Kami
Cari
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Follow US
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Lintas Matra - Media Online Nasional > Blog > Uncategorized > Benteng Terakhir yang Terancam: Warga Prigen Gelar Aksi Keras Tolak Alih Fungsi Hutan Tretes
Uncategorized

Benteng Terakhir yang Terancam: Warga Prigen Gelar Aksi Keras Tolak Alih Fungsi Hutan Tretes

Last updated: 29 Maret 2026 13:11
Hariyanto SH
Share
SHARE

LINTASMATRA.COM-‎PASURUAN.

PRIGEN– Suasana haru sekaligus membara menyelimuti kawasan kaki Gunung Arjuno, Minggu (29/3/2026). Ribuan warga yang tergabung dalam masyarakat peduli lingkungan Prigen menggelar aksi besar-besaran dengan satu suara bulat: Tolak pembangunan di kawasan Hutan Tretes.
‎
‎Aksi yang dimulai sejak pagi itu bukan sekadar unjuk rasa biasa. Di tengah guyuran semangat yang membaja, seorang tokoh masyarakat memimpin orasi dengan nada penuh keyakinan, memanjatkan doa lintas keyakinan agar perjuangan menyelamatkan hutan tidak berakhir sia-sia.
‎
‎”Bismillah, apapun agama kita, yakini perjuangan ini tidak akan sia-sia. Semoga hutan tetap menjadi hutan!” serunya dengan lantang, disambut takbir “Allahu Akbar” yang menggema di lereng gunung, menandai tekad bulat untuk menggagalkan rencana investasi yang dinilai mengabaikan kelestarian lingkungan.
‎
‎Di sepanjang lokasi aksi, spanduk-spanduk bergambar karangan bunga dan tulisan-tulisan kontras menjadi saksi bisu kemarahan warga. Satu spanduk bertuliskan, “Alam tidak pernah salah memberikan apa yang dia punya. Hanya kalian yang terlalu serakah untuk memanfaatkannya.”
‎
‎Namun, satu pesan yang paling menyentak adalah sebuah narasi yang tertulis besar: “Tretes Bukan Sekedar Tempat Singgah atau Lahan Bisnis. Ia adalah Benteng Terakhir Resapan Air dan Rumah bagi Ribuan Nyawa di dalamnya. Jika Hutan Ini Hilang Demi Ambisi Wisata, Siapa yang Bertanggung Jawab Saat Bencana Datang Menyapa Anak Cucu Kita?”
‎
‎Orasi demi orasi mengalir deras. Seorang perwakilan masyarakat mengingatkan bahwa perlawanan ini adalah bentuk cinta pada masa depan.
‎”Tidak ada yang bisa menjaga hutan ini kalau bukan kita sendiri,” ujarnya dengan suara bergetar menahan emosi. “Berkaca dari Aceh dan Sumatera, ini seperti bom waktu yang suatu saat akan meledak. Tolak alih fungsi hutan!”
‎
‎Di tengah tengah aksi ditandai dengan pembacaan pernyataan sikap bersama oleh perwakilan masyarakat Prigen. Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab terhadap keselamatan lingkungan hidup, massa menyepakati lima tuntutan utama yang dibacakan di hadapan panggung:
‎
‎1. Menolak keras segala bentuk rencana pembangunan dan alih fungsi lahan seluas 22,5 hektar di kawasan Hutan Produksi Perhutani (Petak 50) Prigen oleh PT Stasiun Kota Sarana Permai, yang direncanakan sebagai kawasan wisata alam terpadu.
‎2. Menegaskan bahwa perubahan konsep menjadi “wisata alam terpadu” dinilai hanya upaya kosmetik belaka. Pembangunan di ketinggian 1.018 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan kemiringan lahan ekstrem tetap akan merusak fungsi resapan air dan mengancam warga di bawahnya dari ancaman banjir bandang serta tanah longsor.
‎3. Mendesak Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan untuk segera menerbitkan rekomendasi kepada Bupati Pasuruan guna menghentikan total kegiatan serta membatalkan dan menolak perizinan PT Stasiun Kota Sarana Permai.
‎4. Menuntut Bupati Pasuruan untuk segera menerbitkan moratorium total atas izin pembangunan di kawasan sabuk hijau (green belt) lereng Gunung Arjuno demi menjaga kelestarian ekosistem.
‎5. Mendesak pihak ATR/BPN untuk meninjau ulang dan membatalkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang telah terbit, mengingat adanya defisit legitimasi sosial, potensi pelanggaran tata ruang, serta pengabaian aspek lingkungan hidup.
‎
‎”Kami tidak akan berhenti melakukan pengawasan dan aksi massa hingga tuntutan ini dipenuhi secara administratif dan faktual. Bagi kami, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tegas orator di hadapan ribuan massa yang kompak mengacungkan tangan.
‎
‎Sampai berita di turunkan aksi masih  berlangsung. Warga berharap kesadaran para investor dan pemerintah untuk tidak mengorbankan masa depan ekologi demi kepentingan sesaat. Sebab, bagi warga Prigen, menyelamatkan hutan Tretes berarti menyelamatkan ribuan nyawa dan sumber kehidupan anak cucu mereka.
‎

You Might Also Like

DPC PDIP Kota Pasuruan Gelar Rapat Koordinasi Bersama Pengurus PAC se-Kota Pasuruan

Turnamen Bola Basket Wali Kota Cup 3×3 Tahun 2026 antar SMP Negeri dan Swasta se-Kota Pasuruan

Gowes Sehat Ulama dan Umaroh Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 di Pasuruan

DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan menggelar kegiatan Orientasi Pengurus Anak Cabang

DPC PDIP Kota Pasuruan Petakan Program Konservasi Terarah Berbasis Data

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Momen Fitri 1447 H, Kepala Biro Lintasmatra.com Pasuruan M. Hasan Ajak Insan Pers Jaga Persaudaraan
Next Article Polsek Purwosari Ungkap Modus Kunci T dalam Kasus Pencurian Mobil L300, Kerugian Capai Rp170 Juta ‎
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Follow US
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?