LINTASMATRA.COM-MALANG.
MALANG – Gelombang kritik tajam menghantam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang. Axel Kharisma, seorang Aktivis Kepemudaan Malang, secara terbuka menyoroti merosotnya penguatan moral di tubuh parlemen dan melayangkan Peringatan Terakhir bagi seluruh anggota dewan untuk segera melakukan introspeksi serta evaluasi mendalam.
Axel mendesak para ketua partai politik, ketua fraksi DPRD Kabupaten Malang untuk memperketat pengawasan terhadap “adik-adik” atau anggotanya di parlemen. Ia menilai fungsi kontrol internal kepemimpinan dewan saat ini harus diperkuat, sehingga tidak sampai ada perilaku dan tindakan oknum anggota dewan berpotensi kuat menciderai dan merusak kepercayaan publik.
“Menjaga Moralitas itu mendasar. Tidak usah pandang sekat partai, fraksi, komisi, atau bagian jabatan apa pun di dalam gedung dewan. Cukup gunakan akal sehat dan iman dalam menjalankan amanah rakyat yang sedang kalian emban saat ini,” ujar Axel dengan nada tegas.
Sebagai bagian dari gerakan pemuda, Axel menegaskan bahwa pemuda Kabupaten Malang harus bisa menjadi kontrol sosial yang nyata dan solutif. Guna memastikan moralitas dan integritas para wakil rakyat bersih secara menyeluruh, ia mendorong adanya pengecekan kesehatan rutin, seperti tes paparan penyakit dan obat-obatan terlarang (narkoba) setiap minggu atau bulan sesuai kebutuhan bagi seluruh anggota dewan. Langkah ini dinilai krusial agar tidak ada lagi oknum wakil rakyat yang bertindak di luar nalar hukum.
Kritik keras ini menjadi alarm bagi seluruh legislator di Kabupaten Malang. Axel menekankan bahwa batas kesabaran masyarakat dan elemen kepemudaan sudah berada di titik nadir. Hubungan silaturahmi antar elemen memang harus diperkuat, namun koridor kepentingan rakyat tidak boleh dikorbankan demi syahwat politik golongan.
Di sisi lain, Axel juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh kelompok masyarakat. Apabila ada pihak yang ingin menyampaikan aspirasi, ia meminta agar dilakukan tetap sesuai aturan hukum yang berlaku dan tidak arogan seperti insiden yang sudah terjadi sebelumnya.
Ia menegaskan posisi gerakan kepemudaan akan sangat objektif, menjaga kedamaian, dan tanpa kompromi dalam mengawal kinerja wakil rakyat sekaligus menjaga kondusivitas daerah.
“Ini adalah peringatan terakhir. Selama anggota dewan berjalan di koridor yang benar dan pro-rakyat, tentu akan kita dukung penuh. Tetapi, kalau kelakuannya sudah melenceng, menyimpang, dan susah untuk disadarkan, maka tidak ada pilihan lain. Akan kita lawan habis-habisan!” pungkas Axel.
Lebih lanjut, Axel berkomitmen bersama elemen pemuda Kabupaten Malang untuk bertindak responsif terhadap segala bentuk provokasi negatif.
“Apabila ada lagi hal-hal anarkis atau arogansi seperti itu, kami berkomitmen akan menjadi pagar hidup untuk menjaga rumah bersama masyarakat Kabupaten Malang ini, agar tidak dirusak oleh oknum-oknum preman yang mengatasnamakan aktivis,” cetusnya.
Melalui rilis ini, seluruh elemen masyarakat dituntut untuk merapatkan barisan. Publik kini menunggu perubahan sikap, tindakan nyata dari pimpinan fraksi serta parpol untuk mendisiplinkan anggotanya, sekaligus ketegasan aparat dalam menyaring dan mengawasi gerakan arogan berkedok penyampaian aspirasi demi menyelamatkan marwah Kabupaten Malang.