By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Cari
Entertainment
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Reading: Melalui Workshop ASEAN Smart Cities Network Banyuwangi Paparkan Program Smart Kampung Di Dunia Internasional
Share
Font ResizerAa
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Font ResizerAa
  • Kabar Daerah
  • Kabar TNI
  • Kabar Polisi
  • Kabar Pemerintahan
  • Dewan Redaksi
  • Kontak Kami
Cari
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Follow US
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Lintas Matra - Media Online Nasional > Blog > Kabar Daerah > Banyuwangi > Melalui Workshop ASEAN Smart Cities Network Banyuwangi Paparkan Program Smart Kampung Di Dunia Internasional
BanyuwangiKabar Daerah

Melalui Workshop ASEAN Smart Cities Network Banyuwangi Paparkan Program Smart Kampung Di Dunia Internasional

Last updated: 27 Mei 2018 14:36
masan
Share
4 Min Read
SHARE

LINTASMATRA.COM – BANYUWANGI. Smart Kampung. Program yang mendekatkan pelayanan publik hingga ke level desa lewat pemanfaatan teknologi informasi. atau sering di cetuskan cerdas dari bawah. rupa – rupanya tak hanya sekedar menjadi terobosan pemerintahan kabupaten banyuwangi untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang membuat desa secara bertahap menjadi sentra.

Sejak diluncurkan pada Mei 2016 oleh Menkominfo Rudiantara, tidak hanya mendapatkan apresiasi dari masyarakat banyuwangi, bahkan banyak kota di indonesia telah mengadopsinya.

kini setelah mendapat banyak penghargaan utamanya dalam Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2018. Penghargaan yang diberikan oleh Citiasia Centre for Smart Nation (CCSN). Smart Kampung mendapat kesempatan untuk di perkenalkan pada dunia internasional.

Melalui workshop ASEAN Smart Cities Network (ASCN) di Singapura, 22 -25 Mei 2018. Banyuwangi memaparkan program Smart Kampung di hadapan 26 kota/daerah dari 10 negara ASEAN

Banyuwangi memang menjadi pilihan utama dari tiga daerah di Indonesia yang masuk dalam Jaringan Kota Cerdas ASEAN (ASCN).

Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Gunawan mengatakan, para delegasi Indonesia memaparkan pengembangan smart city di forum itu.

“Setiap delegasi negara bisa mengetahui perkembangan smart city dari kota lain se-Asean, sekaligus menjadi referensi pengembangan praktik inovasi di negaranya masing-masing,” jelas Gunawan.

Sebelumnya, para delegasi juga mengikuti workshop yang menghadirkan pakar platform digital, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan dari World Bank, Alibaba, Grab, Ernst and Young, Huawei, UNESCAP, dan UNDP.

Menurut Gunawan, pemilihan program Smart Kampung karena berhasil mendorong desa sebagai sentra pelayanan publik untuk meningkatkan daya saing sehingga kesejahteraan warganya meningkat.

“Kita melihat Smart Kampung cukup unik. Memang belum sepenuhnya sempurna, tapi inisiatif Banyuwangi ini layak diacungi jempol. Sasarannya langsung warga desa. Ini sesuai tujuan otonomi daerah yang memastikan masyarakat terlayani dengan baik, dan membawa kesejahteraan warga,” ujarnya.

Smart Kampung Banyuwangi, lanjut dia, juga mencoba memberi alternatif bahwa tidak semua acuan pengembangan daerah di Indonesia harus diseragamkan. Dalam konteks kabupaten, konsep Smart Kampung lebih tepat karena bersentuhan langsung dengan masyarakat desa. Hal tersebut berbeda dengan problem masyarakat perkotaan.

“Itulah mengapa Indonesia memilih Banyuwangi sebagai varian lain pengembangan daerah berbasis perdesaan di Forum ASEAN ini, bersama Jakarta dan Makassar sebagai representasi perkotaan,” ujarnya.

Ditambahkan Gunawan, Kemendagri akan terus memonitor perkembangan Smart Kampung, karena telah masuk jaringan Smart City Asean. “Apalagi bila nanti ada mitra internasional yang tertarik mengembangkan project ini. Untuk tahap sekarang disepakati sampai dengan tahun 2025,” ujarnya.

Smart Kampung sendiri adalah program pengembangan desa yang digagas Pemkab Banyuwangi untuk mendekatkan pelayanan publik hingga ke level desa. Setiap desa didesain memiliki kerangka program terintegrasi yang memadukan antara penggunaan TIK berbasis serat optik, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

”Bukan sekadar tergantung pada transformasi teknologi, tapi yang lebih penting adalah upaya mendorong pengembangan kampung-kampung menjadi lebih baik. Ini yang mungkin belum banyak diperhatikan dalam peta Smart City pada umumnya yang hanya fokus pada problem masyarakat perkotaan,” kata Anas.

Smart Kampung juga membuat desa secara bertahap menjadi sentra pelayanan publik yang bisa diandalkan. Sejak diluncurkan pada Mei 2016 oleh Menkominfo Rudiantara, kini telah ada 167 desa yang teraliri internet berbasis serat optik (fiber optic) dari total 189 desa di Banyuwangi.” Anas menambahkan (*/seagate)

You Might Also Like

Gerakan Pangan Murah Polri, Polres Pasuruan Berhasil Salurkan 45 Ton Beras untuk Masyarakat

*Pelayanan Samsat dan Satpas Polres Pasuruan Kota Profesional dan Bebas Pungli

Reses di Bulan Puasa, Ketua DPRD Pasuruan Tampung Aspirasi Warga Bulusari

Jama’ah Umroh Dari Rumah Dinas, 2 Diantaranya Biaya Dari Wabup DR H Djoko Susanto SH.MH

Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Warga Dusun Kaligading Desa Sumberkerto Gelar Sholawat Nariyah Indonesia

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Pria Ini Nekad Menyalahkan Mercon Ke Dalam Mulutnya
Next Article Lanal Banyuwangi Gelar Pondok Ramadhan untuk Taruna Taruni BP3B
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Follow US
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?