PADEPOKAN BROJOMUSTI SAMBUT 1 MUHARRAM 1441 H DENGAN DZIKIR BERSAMA

0

LINTASMATRA.COM – SITUBONDO Kegiatan rutinitas setiap tahun bertepatan 1 Muharram / 1 Suro, Padepokan Brojomusti menggelar Dzikir bersama dengan do’a memohon ridho Allah SWT. ( 31/8) Dzikir dan do’a bersama yang di hadiri dari berbagai elemen masyarakat pewaris Leluhur pusaka yang dimilikinya baik benda berupa keris, tombak,  pecut, cincin, istambul, dan sejenisnya.

Tradisi Merawat Pusaka Warisan Leluhur memang merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh Padepokan Brojomusti di malam 1 Suro atau kalender Islam 1 Muharram, identik tradisi jawa ‘ngumbah keris’ atau jamasan keris.” terangnya.

Adapun ngumbah atau jamas bertujuan untuk membersihkan/mensucikan dari kotoran benda pusaka agar tetap menjaga keasliannya dari asal mulanya pemilik leluhur sampai di tangan mereka.

Tentunya tradisi ini diyakini oleh para pemilik pusaka sejak turun temurun, apalagi jika pusaka diyakini memiliki keistimewaan atau kekuatan tertentu, sehingga, membuat pemilik pusaka harus rajin ngruwat atau merawat pusaka tersebut, utamanya di malam 1 suro.

Sehingga Padepokan Brojomusti setiap 1 Suro dibanjiri oleh koleksi pemilik benda pusaka dari berbagai kalangan baik dari Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Probolinggo, Malang, Pasuruan, Solo, Sragen, Lumajang, Tuban, dan Situbondo sendiri.

Dari ratusan yang hadir di Padepokan Brojomusti bukan hanya pemilik benda pusaka, akan tetapi pasen untuk berobat dengan pengobatan supranatural terhadap jamaah, melalui ruqyah agar jin tidak merasup di dalam tubuh manusia, yang senantiasa mengganggu kondisi tubuh dan pikiran.

Disela – sela kesibukannya saat ditemui awak media Lintasmatra.com. Gus Nur, menuturkan dengan adanya Dzikir bersama Jamaah di Padepokan Brojomusti setiap 1 Suro semakin membludak yang hadir, baik dari berbagai Kabupaten bahkan dari manca negara” Taiwan dan Malasyia juga datang untuk pengubatan supranatural penyakit yang dialaminya.” ucap Gur Nur.

Begitu juga penyampaian Asisten atau juru kunci Padepokan Brojomusti,” Indra Murti, bahwa kedatangan Jamaah tiga hari sebelum pelaksanaan sudah datang, ada yang bermalam di padepokan juga diluar padepokan hanya pusaka diserahkan lebih awal.” terang Indra.”*(mito)

Leave A Reply

Your email address will not be published.