LINTASMATRA.COM – PASURUAN.
Dinas Sosial Kabupaten pasuruan, meminta partisipasi masyarakat untuk melapor jika menemukan adanya penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang salah sasaran. Hal ini menanggapi banyaknya informasi penerima PKH di Kabupaten pasuruan, yang kurang pas mendapatkan program untuk keluarga miskin tersebut. “Jika menemukan ada yang tidak sesuai, silakan kirimkan data ke dinas agar bisa ditindaklanjuti,” kata Kabid Sosial Dinsos.
sebenarnya yang terjadi bukan salah sasaran. Namun kemungkinan penerima saat ini sudah tepat disebut sebagai keluarga miskin namun dapat dobel bantuan yang menjadi buah bibir masyarakat “Memang ada diantara penerima PKH di Pasuruan yang tidak miskin atau mendapatkan dobel Jika ada datanya, status PKH nya bisa dicabut, dan di alihkan.
Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pasuruan diduga bermasalah dan tidak tepat sasaran(tidak merata) Bahkan informasinya, ada penerima bantuan untuk keluarga kurang mampu tersebut,orang terdekatnya kepala desa kalipucang.
“Ya, di desa saya ada penerima PKH yang dapat dobel dapat uang tunai dan juga dapat non tunai dengan menggunakan 1 kartu ,” kata seorang sumber kepada media lintasmatra.com jum’at (23/07/2020).
Menurutnya, warga yang mendapatkan bantuan ganda tersebut di duga merupakan orang nya kepala desa, sehingga bisa menjadi penerima manfaat bantuan tersebut. “Kita tidak iri mereka dapat bantuan dobel, hanya saja sedih melihat banyak warga lain yang tidak terkafer. Masih banyak warga lain yang lebih layak,” ucapnya.
Ini terjadi karena peran pendamping sebagai ujung tombak di lapangan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mereka hanya menerima data dari kepala desa saja. “Kalau di daerah lain sudah ada tindakan, malah sampai ada yang dipidana akibat menerima PKH tidak sesuai ketentuan. Kita berharap di Pasuruan juga demikian,”ungkapnya.
Pewarta : Muslim LM.