LINTASMATRA.COM-PASURUAN.
Prigen – Serikat Pekerja menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Hotel Inna Tretes, Prigen, Pasuruan, Jum’at (17/04/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi konsolidasi kelembagaan dan penguatan kapasitas organisasi dalam merespons dinamika ketenagakerjaan, perubahan regulasi, serta tuntutan transformasi hubungan industrial di tingkat perusahaan dan nasional.
Mengusung tema “Menuju Solidaritas Serikat yang Modern, Adaptif, dan Produktif”, rakercab dibuka secara resmi dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Serikat Pekerja, doa bersama, serta sambutan dari ketua panitia, ketua serikat pekerja, dan perwakilan manajemen.
Rakercab secara resmi dibuka oleh Plant Director Pasuruan, Asep Mawan Ruswandi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya hubungan harmonis antara manajemen dan serikat pekerja.
”Sebagai mitra dari serikat pekerja, kami dari pihak manajemen selalu mengutamakan kolaborasi dan musyawarah. Intinya, kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik bagi perusahaan dan seluruh pekerja. Hubungan industrial yang sehat hanya bisa tercipta jika kedua belah pihak saling mendengarkan dan mengedepankan kepentingan bersama,” ujar Asep Mawan Ruswandi.
Dalam sambutannya, M.Cipto Wahyu Ketua PC SPAG Pandaan menegaskan bahwa rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi ke depan.
”Rapat kerja ini bukan hanya agenda rutin, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat kembali apa yang sudah kita jalankan, dan apa yang masih perlu kita perbaiki. Organisasi ini akan berjalan dengan baik bukan hanya karena pengurus, tetapi karena adanya keterlibatan dari seluruh anggota,” ujar Cipto
Ia juga menyoroti pentingnya forum ini sebagai ruang partisipasi kolektif. “Saya mengajak kita semua untuk memanfaatkan forum ini dengan sebaik-baiknya, karena dari sinilah arah organisasi ke depan akan kita tentukan bersama,” tambahnya.
Ketua PC SPAG Pandaan juga mengapresiasi kehadiran narasumber dari Kementerian Ketenagakerjaan serta perwakilan manajemen, khususnya dari departemen HR.
”Di acara ini kita juga mengundang Bapak Faisal dari kementerian, dan dihadiri juga perwakilan manajemen, khususnya HR departemen, agar kita semua menerima manfaat dari materi beliau untuk menambah pengetahuan demi kemajuan organisasi dan perusahaan,” ujarnya.
Ia menutup sambutannya dengan harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta. “Akhir kata, semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.”
Kehadiran unsur manajemen dalam agenda pembukaan ini menegaskan pendekatan dialog sosial sebagai fondasi hubungan industrial yang berkelanjutan.
Secara substantif, agenda utama rakercab difokuskan pada peningkatan kapasitas kelembagaan melalui penguatan pemahaman normatif, struktural, dan strategis.
Para peserta mendapatkan pembekalan dari Faisal Rizza, S.H., M.H., narasumber dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang memaparkan perkembangan norma ketenagakerjaan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 166/PUU-XXI/2023.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada empat poin utama: reposisi peran serikat pekerja dalam sistem hubungan industrial nasional, penguatan dialog sosial tripartit dan bipartit sebagai instrumen pencegahan konflik, optimalisasi fungsi Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit, serta pendekatan preventif dan kuratif dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
Faisal Rizza mewakili Kementerian Ketenagakerjaan RI menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif serikat pekerja dalam memperkuat kelembagaan secara mandiri.
”Ini adalah langkah strategis. Tema modern, adaptif, dan produktif sangat sesuai dengan arah kebijakan ketenagakerjaan nasional. Serikat pekerja tidak lagi hanya berperan sebagai penyeimbang, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan. Kami mendukung penuh upaya penguatan kapasitas seperti ini,” ujar Faisal Rizza.
Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap putusan MK dan norma ketenagakerjaan terbaru menjadi bekal penting bagi serikat pekerja agar dapat beradaptasi dengan perubahan regulasi serta menjaga stabilitas hubungan industrial.
Setelah sesi akademik, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Pleno I yang diawali pembacaan tata tertib sidang sebagai penguatan budaya organisasi dan disiplin kolektif. Sidang membahas evaluasi program kerja dan kinerja organisasi tahun berjalan, termasuk identifikasi isu-isu ketenagakerjaan yang berdampak pada kondisi kerja, kesejahteraan, dan hubungan industrial.
Selanjutnya, peserta mengikuti Sidang Komisi yang terbagi ke dalam tiga komisi:
· Komisi Organisasi (tata kelola, kaderisasi, penguatan struktur),
· Komisi Program dan Advokasi (strategi perlindungan hak dan kepentingan anggota),
· Komisi Keuangan dan Kesejahteraan (evaluasi pengelolaan keuangan dan kebijakan kesejahteraan pekerja).
Sidang komisi ini berfungsi sebagai ruang partisipatif dan deliberatif untuk menghasilkan rekomendasi strategis berbasis kebutuhan riil anggota.
Menutup rangkaian kegiatan hari pertama, peserta melakukan refleksi nilai-nilai perjuangan serikat pekerja secara mandiri. Refleksi ini dimaknai sebagai proses internalisasi ideologis untuk memperkuat solidaritas, kesadaran kolektif, dan tanggung jawab moral organisasi dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan pekerja.
Melalui rakercab ini, Serikat Pekerja menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi organisasi berbasis pengetahuan (knowledge-based union), responsif terhadap perubahan lingkungan strategis, serta mampu berperan aktif sebagai mitra sosial dalam menciptakan hubungan industrial yang produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan.($@n)
Bertransformasi Jadi Mitra Strategis, Serikat Pekerja Pasuruan Gelar Rakercab Bertema Solidaritas Modern