By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Cari
Entertainment
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Reading: Guru Agama Didorong Menjadi Muttabi’, bukan Muqallid
Share
Font ResizerAa
Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Font ResizerAa
  • Kabar Daerah
  • Kabar TNI
  • Kabar Polisi
  • Kabar Pemerintahan
  • Dewan Redaksi
  • Kontak Kami
Cari
  • Kabar Daerah
    • Banyuwangi
    • Batu
    • Blitar
    • Bojonegoro
    • Gresik
    • Kediri
    • Lamongan
    • Lumajang
    • Malang
    • Mojokerto
    • Pasuruan
    • Probolinggo
    • Sampang
    • Sidoarjo
    • Situbondo
    • Surabaya
    • Tuban
    • Tulungagung
  • Kabar Pendidikan
  • Kabar Polisi
  • Kabar TNI
    • Kabar TNI AD
    • Kabar TNI AL
    • Kabar TNI AU
  • Nusantara
Follow US
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
Lintas Matra - Media Online Nasional > Blog > Uncategorized > Guru Agama Didorong Menjadi Muttabi’, bukan Muqallid
Uncategorized

Guru Agama Didorong Menjadi Muttabi’, bukan Muqallid

Last updated: 27 Juli 2019 06:37
Hariyanto SH
Share
2 Min Read
SHARE

LINTASMATRA.COM – MAMUJU – SULAWESI BARAT. Penguasaan ilmu agama secara kaffah berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipercaya diyakini akan membentengi seseorang dari potensi keterpaparan paham radikal terorisme. Atas dasar tersebut, guru agama juga didorong menjadi orang yang memiliki penguasaan agama secara baik.

Hal itu terungkap di kegiatan Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya dalam Menumbuhkan Harmoni di Sekolah, yang dilaksanakan oleh BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat di Kota Mamuju, Kamis (25/7/2019). Kepala Bagian Tata Usaha Kaantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat, H. Syamsul, menjadi salah seorang pemateri. “Qur’an dan Sunnah itu rujukan utama umat Islam.

Tapi kita harus bisa membedakan golongan orang-orang yang menguasai Qur’an dan Sunnah itu, agar bisa mengurai permasalahan radikalisme ini,” kata Syamsul. Syamsul menambahkan, golongan pertama orang yang menguasai Qur’an dan Sunnah adalah ulama atau mujtahid, yaitu kelompok yang memang menempatkan dirinya untuk mempelajarinya, di mana jumlahnya sangat sedikit.

“Golongan kedua adalah Muttabi’, yaitu orang-orang yang mengikuti ulama, di mana jumlahnya lebih banyak dibandingkan ulama,” tambahnya. Untuk golongan ketiga adalah Taqlid atau Muqallid, yaitu orang yang mengikuti ulama tanpa mengetahui dalil-dalilnya secara utuh. “Kelompok ini juga banyak, yaitu orang yang mempelajari agama tidak dari ulama. Kelompok inilah yang pada akhirnya mudah terpapar paham radikal terorisme,” jelas Syamsul.

Guru agama yang menjadi penyampai pendidikan keagamaan kepada anak didik didorong minimal menjadi Muttabi’. Dengan mengikuti ulama dan mengetahui dalil-dalil yang mendasarinya, pelajaran yang disampaikan tidak akan menyesatkan. “Jangan sampai guru agama justeru menjadi pengajar ajaran yang menyesatkan, ajaran yang mendorong pada terjadinya perpecahan bangsa,” pungkas Syamsul.

Ketua FKPT Sulawesi Barat, Rahmad Sanusi, di sambutan pembukaan kegiatan mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme, tak terkecuali guru agama. Keterlibatan tersebut diharapkan mampu menjadikan Kota Mamuju dan Sulawesi Barat semakin aman. “Mamuju itu persimpangan, daerah perlintasan. Oleh sebab itu kita harus selalu bersikap waspada terhadap setiap potensi terorisme,” pungkas Sanusi. [Red/shk]

You Might Also Like

DPP Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPK-SM) SAKERA Memperluas Jaringan Perlindungan Konsumen di Jawa Timur

Pak Dur Penuhi Panggilan Ketiga sebagai Tersangka Kasus Bendungan Lahor

‎Seruan Keras Ketum KNPI: Buktikan Cinta Tanah Air dengan Aksi Nyata, Bukan Retorika

Difasilitasi DPC Demokrat Kabupaten Malang, Gejolak Bendungan Lahor Temukan Secercah Harapan Baru

Tiga Raperda Non-APBD 2026 Disetujui DPRD Pasuruan

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Jaga Stamina Lanal Cilacap dan Bank BRI Gowes Bareng
Next Article Asap Tebal di Halaman Depan SMPN 2 Nguling, Ketika di Dekati Ternyata?
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

Lintas Matra - Media Online NasionalLintas Matra - Media Online Nasional
Follow US
© 2025 Lintasmatra.com | Supported by Masansoft Digital Solution
  • Dewan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?